Skip to content

Dinkes Klaten Targetkan 53 Ribu Anak Divaksin Campak, Marjuki Tekankan Edukasi dan Strategi Jemput Bola

KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten menetapkan target ambisius sebanyak 53 ribu anak untuk mengikuti vaksinasi Outbreak Response Immunization (ORI) Campak guna memutus rantai penularan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi penyebaran kasus campak di tengah masyarakat.

Sekretaris Komisi IV sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Klaten, Marjuki, memberikan dukungan penuh terhadap program ini namun memberikan catatan penting mengenai metode pelaksanaannya. Ia menekankan bahwa keberhasilan target angka tersebut sangat bergantung pada koordinasi di tingkat akar rumput.

“Target 53 ribu anak ini bukan angka yang sedikit. Kami mendorong Dinkes untuk memperkuat kolaborasi hingga tingkat desa. Libatkan kader Posyandu, pengurus RT/RW, hingga tokoh agama setempat untuk memastikan data anak yang menjadi sasaran benar-benar akurat dan tidak ada yang terlewat,” ujar Marjuki saat memberikan pandangannya.

Selain masalah pendataan, Marjuki menyoroti pentingnya pendekatan emosional kepada orang tua. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan pemahaman yang jernih bahwa vaksinasi ORI Campak ini aman dan sangat krusial bagi tumbuh kembang anak.

“Pendekatan persuasif diperlukan untuk menjawab keraguan atau kekhawatiran orang tua terkait efek samping, sehingga partisipasi masyarakat bisa tumbuh secara organik dan bukan karena paksaan,” tambahnya.

Terkait teknis pelaksanaan, Marjuki menyarankan agar tim medis lebih aktif melakukan strategi ‘jemput bola’, terutama di satuan pendidikan seperti PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar. Ia berharap sinkronisasi jadwal antara pihak sekolah dan Puskesmas dilakukan dengan matang agar proses vaksinasi tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar namun tetap mencapai cakupan maksimal. Di sisi lain, ia juga mengingatkan perihal kesiapan logistik di lapangan.

“Kami di legislatif akan memastikan pengawasan terhadap ketersediaan stok vaksin. Jangan sampai ada orang tua yang sudah antusias, namun terkendala karena distribusi logistik yang belum siap di tingkat Puskesmas,” tegasnya.

Terakhir, Marjuki meminta Dinkes untuk tetap waspada terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan menyediakan jalur komunikasi yang mudah diakses. Bagi Fraksi PKS, perlindungan kesehatan anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

“Langkah pengamanan pasca-vaksinasi harus disiapkan. Petugas medis harus sigap memantau dan memberikan informasi yang transparan agar masyarakat merasa tenang dan terlindungi. Kami ingin memastikan anak-anak di Klaten tumbuh sehat dan bebas dari ancaman wabah,” pungkas Marjuki.

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *