Skip to content

Yudi B. Prabawa Ajak Warga Bangun Kemandirian Pangan dari Rumah

Klaten — Anggota DPRD Kabupaten Klaten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dr. Yudi B. Prabawa, melaksanakan kegiatan reses di Wedangan Poci, Dukuh Sukorejo, Desa Majegan, Kecamatan Tulung, pada Minggu pagi (9/11/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Kemandirian dan Ketahanan Pangan Membangun Keluarga”, sebagai bentuk komitmen PKS dalam mendorong ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Yudi menjelaskan, reses kali ini menjadi ajang untuk menyampaikan laporan atas berbagai aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan, sekaligus memastikan sejauh mana tindak lanjut dari usulan-usulan tersebut.

“Reses bukan hanya forum menyerap aspirasi, tapi juga ruang untuk melaporkan kembali apa yang sudah diperjuangkan,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh ratusan kader, pengurus PKS, serta para ketua DPC di wilayah Dapil 3. Panitia juga menghadirkan Yuli Nuryati, pemilik Rumah Hijau asal Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, sebagai narasumber yang memberikan pembekalan mengenai praktik kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Yuli berbagi pengalaman bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan, pot, maupun media alternatif untuk bercocok tanam dan beternak secara sederhana di lingkungan rumah.

Dalam pemaparannya, dr. Yudi menyoroti pentingnya membangun kemandirian pangan di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program MBG memiliki manfaat besar bagi masyarakat, pelajar, dan petani, namun juga berpotensi mendorong kenaikan harga pangan akibat meningkatnya permintaan.

“Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan sumber pangan mandiri di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Yudi mencontohkan sejumlah daerah seperti Wonosobo, Temanggung, dan Magelang yang kini mulai membatasi distribusi sayur keluar daerah untuk menjaga ketahanan pangan lokal.

“Kita harus belajar dari daerah-daerah itu. Dengan ketahanan pangan keluarga, kita bisa mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga ketersediaan bahan makanan di rumah tangga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa konsep kemandirian pangan sebenarnya bukan hal baru. Prinsip tersebut sudah lama ada dalam 10 Program Pokok PKK maupun kelompok wanita tani.

“Hanya saja sekarang perlu kita segarkan lagi. Masyarakat bisa memulai dari hal kecil, seperti beternak ayam petelur skala rumah tangga atau menanam sayur di pekarangan. Tidak harus besar, yang penting berkelanjutan,” tambahnya.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu mengurangi pengeluaran keluarga, tapi juga dapat mendukung pengelolaan sampah organik menjadi pakan atau pupuk alami.

Sebagai wakil rakyat, dr. Yudi menegaskan bahwa Fraksi PKS siap mendukung masyarakat yang ingin mengembangkan program kemandirian pangan di rumah.

“PKS akan membantu, baik dari sisi bibit, ayam petelur, maupun sarana kandang. Silakan warga yang berminat mengajukan melalui pengurus DPC masing-masing,” tegasnya.

Menutup kegiatan, dr. Yudi berpesan agar masyarakat tetap semangat menghadapi kenaikan harga pangan dengan cara kreatif dan produktif.

“Daripada mengeluh, lebih baik kita bergerak. Mari hidupkan kembali semangat kemandirian pangan dari rumah, seperti semangat lama yang kini kita bangkitkan lagi,” pungkasnya.

Categories :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *